Search This Blog

Saturday, December 2, 2017

letter to my annoying sister



Dear Fennya...

Perempuan yang dipersiapkan namanya dengan baik oleh Ayah. Mulai hari ini kamu sedikit "terbebas" dari pengawasan orangtua, jauh pergi merantau meraih mimpimu yang selalu kamu ceritakan setiap hari padaku, dan aku bosan mendengarnya. :p



Berbeda propinsi yang sulit dijangkau oleh kami yang menyanyangimu, bukannya tidak melibatkan rasa cemas, mengkhawatirkan hal-hal buruk yang menimpamu, yang mungkin bisa terjadi akibat kecorobohanmu sendiri. Kau masih hijau untuk paham betapa kerasnya dunia kerja. Dan aku yakin expektasimu akan menurun setelah kamu mengalaminya sendiri. tak ada lagi yang akan memasang tameng atas segala permasalahan yang kau alami. nantinya kamu akan merasakan kesepian, sedih hingga menangis sendiri di dalam kamar kost, atau bahagia hingga lupa mengabari orang rumah. aku siap dengan semua itu, dan semoga orangtua kitapun begitu.

Tapi jangan putus asa, adikku, yang selalu mendebat apa yang menjadi pilihanku. Kamu bisa belajar menjadi bijak atas ketidakadilan-ketidakadilan yang mungkin akan kamu alami nanti. Tetaplah menjadi pribadi yang disukai banyak orang, menjadi kontroversi karena berbeda dari yang lain, dan yang terpenting, letakkan selalu Allah di posisi paling wahid sebelum kamu memutuskan sesuatu.

Dear Fennya...
Adik yang aku kagumi. Jika dulu kau iri karena orangtua lebih banyak memujiku daripada dirimu, ketahuilah. Sekarang aku menjadi manusia yang paling iri karena kamu memperoleh pilihan-pilihanmu sendiri tanpa campur tangan orangtua kita. Kamu bebas mengepakkan sayapmu tinggi, bebas memilih cintamu sendiri. Maka, manfaatkanlah. Buat mereka bangga dan percaya bahwa kamu bisa, meski tanpa didekte.

Karena aku tidak seberani dirimu yang nekad memilih jalanmu sendiri meski ditentang orangtua. Karena hatiku tak sebatu kamu yang meskipun mereka bilang tidak, kamu tetap meyakini apa yang membuatmu bahagia. Maka, manfaatkanlah kesempatan ini sebaik mungkin. Bawa banyak cerita membuka wawasan kami tentang bagaimana kota yang jauh, dengan budaya berbeda, dan caramu bertahan hingga mungkin kamu akan pulang dengan menjadi pribadi yang lebih mengagumkan lagi dari sekarang.

Berjanjilah padaku kau baik-baik saja disana. Buat aku semakin termotivasi lagi untuk juga berani mengambil keputusan hidupku sendiri. Sampai ketemu 6 bulan lagi, ketahuilah meskipun kakakmu yang amat sangat moody ini nampak biasa-biasa saja, sebenarnya dia juga tidak rela kamu menjadi sedewasa ini. Pulanglah, dan tetap menjadi adikku yang menyebalkan.

from your moody sister,

Fitria

No comments:

Post a Comment