Search This Blog

Wednesday, November 22, 2017

Honest Review about The Bodyshop Tea Tree Oil


first of all, saya menulis review ini bukan karena saya expert di dunia kecantikan atau semacamnya. saya menulis berdasarkan pengalaman saya menggunakan produk ini dan hasil dari setiap kulit masing-masing mungkin akan berbeda. setidaknya, dengan sharing tentang produk ini, teman-teman akan memperoleh gambaran dan bisa decide it self untuk membeli produk ini atau tidak. happy reading!

 
jadi teman-teman...beberapa bulan lalu, tepatnya bulan September. entah mengapa wajah saya diserang banyak jerawat. bukan lagi jerawat kecil-kecil tapi jerawat batu yang naudzubillah sakitnya di muka. munculnya keroyokan, bikin senewen dan yang jelas malu ketemu banyak orang karena mereka pada tanya "ya ampun itu mukamu kenapa kok jerawatnya besar-besar sekali?" :(

saya pernah pergi ke klinik kecantikan dari yang paling terkenal sampai yang nda jelas, hasilnya sama saja. kulit bagus ketika pakai obatnya, tapi akan kembali seperti semula (banyak jerawat dan kusam) ketika berhenti pakai. kulit saya ini memang sensitif masalah bahan kimia. bahkan bila saya makan makanan tidak sehat pun, efeknya ke muka langsung kelihatan. entah itu alergi, mapun yaa jerawat ini.

so, bagaimana sampai akhirnya saya berjodoh dengan Tea Tree Oil dari The Bodyshop ini? 
saya baca-baca reviewnya secara tidak sengaja di blog. banyak yang kasih review positif tentang product ini. dan saya baca pula, produk ini 100% VEGAN dan animal cruelty free. wah, pasti akan sangat bersahabat dengan kulit sensitif saya, saya berekspektasi. sayapun akhirnya pergi ke outlet the Bodyshop dan membeli Tea Tree Oil sekaligus cream paginya. beginilah kiranya, penampakan dari Tea Tree Oil yang saya beli.




saya membeli ukuran yang paling kecil sebagai starter. jadi, kalau nggak cocok, nggak akan rugi-rugi amat, mengingat harga Tea Tree Oil ini cukup mahal untuk kantong karyawan seperti saya (Rp 119,000- di outlet Solo, 10ml). kemasannya dari kaca dan mungil, muat di wrislet saya, jadi saya bisa bawa kemana-mana. sayang, buat membuka tutupnya, perlu tenaga ekstra karena entah saya yang dapat tutupnya susah dibuka atau gimana, tutup botol Tea Tree Oil saya ini perlu agak ditekan ke atas lalu diputar agar bisa terbuka. kalau soal mengeluarkan isinya susah seperti review blogger kebanyakan, saya nggak ngalamin sih. justru malah enak model tube seperti itu karena nggak bikin mubadzir. hehe...teteup.

so, how the result?
saya tunjukin perubahan kulit saya ya. nih...

10 Oktober 2017

13 Oktober 2017

25 Oktober 2017

10 November 2017

foto-foto ini tidak berfilter sama sekali. beauty face yang jadi andalah hp Xiaomi benar-benar saya off kan.

pertama pakai, wuih, perih luar biasa di kulit. baunya juga sedikit menyengat, kaya bau minyak angin. kulit juga jadi berasa tebal dan kasar beberapa hari kemudian. untuk jerawat-jerawat kecil, kalau sorenya tumbuh, malam saya olesi Tea Tree Oil ini, paginya langsung kering dan mengelupas. cuman untuk jerawat batu yang segede-gede gaban itu, memang butuh waktu rada lama, saya saja akhirnya berhasil mengempeskan jerawat batu saya ini hampir sebulan lebih. tapi bisa lihat perubahannya, kan? meski di jerawat batu bisa mengempeskan, bekas-bekasnya masih kelihatan. jadi masih perlu product penghilang bekas jerawat untuk step selanjutnya (saya akan ulas juga dikemudian hari produk apa yang sedang saya pakai untuk itu).


kebetulan punya saya sudah hampir abis akibat berperang habis-habisan selama beberapa bulan untuk mematikan kuman-kuman penyebab jerawat di muka saya. lalu, apakah saya akan repurchase? my answer is definitely, YES! saya suka sekali produk ini. selain vegan, ramah buat kulit sensitif dan yang paling penting, HALAL! sejak saat itu pula saya memutuskan untuk menjadi fans die hard The Bodyshop. bukan cuma skincare, produk body treatmentnya pun saya coba satu-satu. hiks, ya Allah berikanlah saya banyak rejeki. hehe...

No comments:

Post a Comment